Sabtu, 16 Juli 2011

padhang njingglang

MAIYAH BERMAIN ,Sebuah Pengantar
oleh : Muh. Anang Prasetyo

Bertahan konservatif dalam budaya tradisi membuat manusia lenyap dari sejarah, tetapi menyediakan diri diseret oleh budaya globalisasi membuat manusia menjadi budak kebudayaan yang dipanglimai oleh kapitalisme industri
(Emha Ainun Nadjib:2005)


LANDASAN KONSEPTUAL

Dalam bentangan sejarah dan kebudayaan di negeri nusantara, kita disuguhi beraneka ragam kreasi seni budaya serta salah satu produknya berupa ragam permainan. Permainan atau dolanan istilah Jawa, jika dicermati lebih dalam dan seksama, mengandung filosofi dan ajaran hidup yang demikian agung. Bersifat alamiah, dan dalam beberapa hal bersifat transenden ilahiyah. Berdimensi ajaran komunitas dan sosial serta kemanfaatan riil untuk kehidupan sehari-hari.

Di satu sisi, dengan nilai agung dan transenden serta luhur warisan tradisional para leluhur tersebut, meskipun setelah ratusan tahun di jajah, dalam abad 21 tiba-tiba kita disodori budaya kapitalisme dan tata nilai (pandangan hidup/world view) globalisasi dengan salah satu produknya bernama demokrasi. Kita rasakan kita mengalami shock culture. Sebagaimana tesis Samuel Huntington, inilah sebenarnya benturan peradaban (class civilization) yang sesungguhnya. Mau tidak mau secara pelan bahkan disatu hal berjalan amat cepat, kita mengunyah ‘makanan’ serta ragam permainan produk global tersebut. Baik dalam politik, sosial, budaya, kesenian, ekonomi, dan semua bidang khususnya permainan.

Maka, dalam fase transisional tersebut memaksa kita mengatur strategi dan menata jarak yang tepat dan elegan. Dibutuhkan upaya cerdas pensiasatan, salah satunya melalui budaya dan permainan. Maka, menjaga eksistensi diri tanpa kehilangan karakter dan jati diri ke nusantara an merupakan kewajiban. Kemudian, secara sadar dan cerdas tanpa gagap ‘menerima’ budaya global tersebut dengan mengelaborasikan ke dalam struktur kebudayaan nusantara. Jangan menelan mentah-mentah atau sebaliknya menolak mateng-mateng.

Padahal dalam beberapa kasus, faktanya kita belum begitu lihai dan cerdas mengelaborasinya. Kita melihat demikian cepat dan derasnya banjir informasi ibarat air bah yang menggelontor akal kesadaran dan kesejatian bangsa nusantara ini. Betapa banyaknya ‘produk sampah’ yang ikut dimakan generasi muda sekarang. Budaya Miss-missan, game on line, misalnya untuk sekedar mencomot sebagai contoh. Apalagi permainan-permainan konsumtif, sekarang demikian membanjiri rak-rak toko mainan. Mulai dari Boneka Barbie, Naruto, dll.

Maka, dalam konteks ini kata-kata Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) di atas patut kita renungkan. Sekaligus, bagi pribadi penulis, hal tersebut menjadi landasan konseptual dalam keseluruhan buku ini. Arti lebih spesifiknya kurang lebih, jika kita hanya berkutat dengan nilai tradisi, permainan tradisional semata, tanpa berkreasi dengan kesadaran global saat ini, sama artinya ‘melenyapkan’ kita dari panggung sejarah kebudayaan , khususnya dalam permainan/dolanan anak . Sebaliknya jika kita hanya ‘bermain’ dengan permainan global berupa permainan berteknologi tinggi, semacam game on line, PS an dan lain sebagainya, sama artinya diperbudak oleh kapitalis-kapitalis industrial ‘pengeksploitasi kecerdasan’ anak bangsa dengan atas nama permainan.
Semangat berpijak di atas tanah sendiri dengan segala warisan luhur permainan lokal tradisonal, namun dengan tanggap dan antisipatif terhadap kebudayaan global merupakan kewajiban intelektual, moral dalam mengemban amanah sebagai manusia. Inilah nilai-nilai yang berusaha kita tawarkan dalam menghadapi arus hegemonik permainan dalam dunia pendidikan anak. Sehingga dalam buku Betengan ini sejatinya memadukan nilai tradisional yang dikaya kan dengan kreativitas tertentu, serta mencoba mengambil serpihan global permainan yang memungkinkan untuk disenyawakan (atau meminjam istilah sepak bola dinaturalisasikan).

Inilah kearifan dan semangat belajar yang sesungguhnya. Sepertinya, genetika bangsa ini memang demikian menghayati hakekat survivalitas dan berdaya tahan banting. Sekian lama dijajah, namun tidak mampu menghancurkan tata nilai dan peradaban kemanusiaan Indonesia. Mereka, para leluhur kita, dengan semangat keikhlasan dan kejuangannya, membuktikan diri mampu belajar dari apapun yang menghadangnya. Benarlah apa yang diakatakan oleh B.R Hergenhahn dan Matthew H. Olson (11:2009) bahwa, tidak ada organisme yang akan bertahan hidup lama jika dia tidak belajar tentang obyek lingkungan mana yang bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Organisme juga tak bisa bertahan hidup lama jika ia tidak belajar tentang obyek mana di dalam lingkungan yang berbahaya dan mana yang aman.

Melawan globalisasi tidak dengan puritanisme tradisional–lokal, melainkan dengan memijakkan kaki di tanah tradisi sambil menelan tawaran globalisasi untuk diolah dengan kepribadian mandiri
(Emha Ainun Nadjib 2005)

Minggu, 16 Januari 2011

TEACHERS OUTBOUND PROGRAMME 4

tanpa terasa TOP, outbound untuk para guru, berlangsung ke 4 kalinya. alhamdulillah. bertempat di taman tirtawana dander Bojonegoro 8 januari 2010 berlangsung seru, berilmu dan kadang mengharukan. meskipun diikuti 20an peserta, namun suasana dan semangat menjaga keistiqomahan program memicu untuk tetap memeberikan yang terbaik. semoga tetap istiqomah. amin

Rabu, 21 April 2010

PADHANG NJINGGLANG, AHAD KREATIF

alhamdulillah, tak kurang 100 an anak ikut meramaikan acara Padhang Njinggalang di alun alun kota Bojonegoro, Ahad 16 April 2010 kemarin. dimulai dengan permainan kelompok per pos, dilanjutkan cerita oleh ust Mahalli, baru kemudian sy mengintro dengan sulap. setelah itu permainan kompetisi dg cara melukis secara kelompok.

ahad 16 mei, insyaalloh acara lebih heboh lagi. Family Gtehering Programme. 3in1 yaitu Family fun games, outbound kids dan Parenting. mau ikut ? daftar sekarang juga di Sekolah Kreativitas SDIP Al Haromain Bojonegoro (belakang Bank Jatim)

SALSABILA FAMILY GATHERING PROGRAMME

Bertempat di lapamgan Bantengan wonorejo, hari jumat 14 mei 2010, insyaalloh team LPP Kayyisa Dinamika diminta mengisi acara family gathering programme. sebuah acara 3in1. yaitu family fun games, outbound kids programme dan parenting. semoga lancar dan berkah amin.

Sabtu, 17 April 2010

PADHANG NJINGGLANG

LPP Kayyisa Dinamika, sebagai wujud kepedulian terhadap kualitas permainan anak, insyaaloh secara rutin menggelar acara Padhang Njingglang. sebuah kegiatan yang mengemas kegiatan emotional, spiritual yang dikemas dengan permainan full edukatif.

diselenggarakan sementara di dua kota. Tulungagung dan Bojonegoro. di Tulungagung tiap hari Ahad ke dua, sementara di Bojonegoro tiap hari Ahad ketiga. acara dimulai pukul 07.00 s.d selesai

Jumat, 26 Maret 2010

Padhang Njingglang dan kegelisahan itu...





pernahkah anda mencermati di warnet khusus game on line. betapa anak kecil dan dewasa begitu suntuk memelototi layar dua dimensional tersebut. PS an , Game on iline, Games Nintendo dll permainan "high Techonology" itu sungguh mengguncangkan kesadaran pikir saya.

betapa tidak, bukankah permainan yang anak anak hadapi tersebut non realistis, cenderung indidualistis, tak jarang sarkastis. denga sekian banyak efek buruk games tersebut tidak menjadikan anak jera. orang tua demikian juga, alih alih untuk menenangkan hati si eci tapi dicekoki dengan permainan yg 'menghancurkan" tersebut.

solusinya ?

daripada hanya terdiam dan menyumpah serampah games yg terbukti sampah tersebut, lebih cerdas kita berkan alternatif games yang asyik dan mencerdaskan. maka Padhang Njingglang adalah oase permainan anak.

Ia bisa berupa bercerita, bernyanyi dan bersholawat serta permainan yang luar biasa menggairahkan dan mencerdaskan. ikuti tiap ahad kedua tiap bulan di Alun alun Tulungagung mulai pk 07.00 sd 10.00 WIB dan ahad ketiga di alun-alun Bojonegoro tiap ahad ketiga.

untuk membantu donasi para pencinta permainan anak dapat menyalurkan bantuan di sekretariat Padhang Njingglang di Jl Mastrip Gg I no 23 A Jepun Tulungagung. insyaalloh bantuan anda amat bermakna bagi kami dan anak-anak generasi masa depan bangsa, amin. doakan kami agar istiqomah. semoga Alloh Ridho.

LPP Kayyisa Dinamika menggelar Padhang Njingglang



http://www.blogger.com/img/blank.gif

Alhamdulllah. Luar Biasa Allohu Akbar

Padhang Njingglang Perdana di Alun alun Tulungagung tergelar 14 Maret 2010, sementara di Alun alun Bojonegoro 21 Maret 2010. acara berjalan luar biasa heboh dan menggairahkan serta mencerdaskan.

Ikuti secara terbuka bagi anak-anak kegiatan Padhang Njingglang, ya bermain bercerita, bernyanyi dikemas menjadi satu oleh team Panji.

di Bulan April akan hadir pada ahad ke dua di alun alun Tulungagung dan ahad ketiga di alun alun Bojonegoro.